LIBIPO – BIMTEK NASIONAL MANAJEMEN KRISIS DAN STRATEGI KEHUMASAN DALAM MENGHADAPI ISU PUBLIK

Manajemen krisis merupakan suatu proses yang penting bagi setiap organisasi atau lembaga dalam menghadapi situasi darurat yang dapat mengancam reputasi, keberlangsungan operasional, maupun kepercayaan publik. Krisis bisa datang secara tiba-tiba, baik dari faktor internal seperti kesalahan sistem atau perilaku sumber daya manusia, maupun dari faktor eksternal seperti isu publik, bencana, atau tekanan media. Dalam konteks ini, peran hubungan masyarakat (humas) menjadi sangat vital untuk memastikan bahwa informasi yang disampaikan ke publik tetap akurat, tepat waktu, dan membangun kepercayaan. Humas bukan hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai pengelola persepsi publik terhadap institusi selama masa krisis.
Tahapan dalam manajemen krisis dimulai dari identifikasi dini terhadap potensi krisis melalui monitoring situasi dan analisis risiko. Setelah itu, organisasi perlu menyusun rencana tanggap darurat, termasuk membentuk tim manajemen krisis dan menyiapkan juru bicara yang kompeten. Ketika krisis terjadi, respon cepat dan komunikasi terbuka menjadi kunci. Informasi harus disampaikan secara jujur, transparan, serta menunjukkan empati terhadap pihak yang terdampak. Setelah krisis mereda, organisasi harus melakukan evaluasi menyeluruh untuk pemulihan citra dan perbaikan sistem ke depan.
Strategi kehumasan dalam menghadapi isu publik sangat bergantung pada kepekaan dalam memantau opini masyarakat, terutama melalui media sosial dan media massa. Humas harus mampu menyusun pesan utama (key message) yang konsisten, jelas, dan mudah dipahami oleh semua lapisan publik. Penggunaan berbagai kanal komunikasi, baik digital maupun konvensional, harus dioptimalkan untuk menyebarluaskan narasi institusi secara luas dan seragam. Selain itu, membangun hubungan yang baik dengan stakeholder – seperti tokoh masyarakat, media, dan komunitas – dapat memperkuat dukungan publik saat terjadi krisis.
Sebagai penutup, prinsip dasar yang harus dijunjung tinggi dalam manajemen krisis dan kehumasan adalah transparansi, kecepatan dalam merespons, empati terhadap pihak terdampak, konsistensi pesan, serta evaluasi berkelanjutan. Dengan kesiapsiagaan dan strategi komunikasi yang tepat, lembaga atau organisasi dapat mempertahankan kepercayaan publik bahkan di tengah badai isu atau krisis yang besar.
Sehubungan dengan hal tersebut, Maka dengan ini kami: Lembaga Informasi Bina Potensi (LIBIPO) akan melaksanakan Bimtek Nasional Dengan tema : MANAJEMEN KRISIS DAN STRATEGI KEHUMASAN DALAM MENGHADAPI ISU PUBLIK
Jadwal Pelaksanaan Bimtek Kehumasan dalam Menghadapi Isu Publik

